Lewati navigasi

Catatan seorang suami dan bapak. Hanya sekadar pengingat bahwa hari-hari sulit harus dijalani dengan tabah, dengan dukungan keluarga.

Hari-hari sulit akhirnya tiba, seiring kesuraman ekonomi. Sudah enam bulan berlangsung, tetapi dari bulan ke bulan semakin berat.  Hari demi hari adalah pengeluaran. Upah suami tak seperti dulu. Gaji istri hampir tak pernah naik. Tetapi ini harus disyukuri karena masih ada upah.

Selamat tinggal masa lalu, sampai dua tahun lalu, ketika gajian di perusahaan besar itu tidak hanya 12 kali, ketika ada saja uang ekstra yang halal, ketika ada saja fasilitas diskon belanja barang tertentu, dan bahkan jaminan untuk masuk rumah sakit sehingga tidak mengganggu cash flow, bahkan ke jaringan apotek tertentu pun cukup bermodalkan kartu karyawan (tidak usah bayar).

Dua tahun lalu. Akhirnya duit menipis dan habis. Tetapi aku bekerja tanpa beban kejiwaan.  Kalaupun beban ya sekarang ini karena memikirkan kalian yang hidup dalam kekurangan di rumah. Tidak ada uang, tidak ada suami dan bapak .

Marilah kita belajar bersyukur sepahit apapun keadaan kita

Satu komentar

  1. emang sekarang dimana pak?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.